Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Lahan kritis di kawasan Gunung Sindoro, Sumbing, dan Prahu di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, mencapai 41.301 hektar. Selain lokasinya yang berada di kemiringan lebih dari 40 persen, tanah tersebut juga gundul, nyaris tidak tertutup pepohonan.
Asisten Deputi III Urusan Pengendalian Kerusakan Hutan dan Lahan Kementerian Negara Lingkungan Hidup Heddy S Mukna mengatakan, luasan itu diperoleh dari hasil pencitraan foto satelit. Hasil foto satelit tersebut menjadi data awal bagi kami untuk mengecek kondisi lapangan dan melihat seberapa parah kerusakan yang terjadi, ujarnya, saat ditemui dalam acara dialog publik bertema Mencari Desain Keseimbangan antara Pelestarian dan Pemanfaatan Lingkungan di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Senin (1/6).
Dari kerusakan tersebut, Heddy mengatakan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup akan terlebih dahulu mendorong kota/kabupaten pengampu wilayah untuk segera melakukan rehabilitasi lahan. "Untuk melaksanakan kegiatan ini, pemkab ataupun pemkot bebas mencari dana dan bekerjasama dengan pihak ketiga seperti perusahaan ataupun LSM (lembaga swadaya masyarakat)," ujarnya. Hal ini dilakukan seiring dengan dicanangkannya program Menuju Indonesia Hijau. Bagi pemerintah daerah yang telah berhasil melaksanakan penghijauan atau rehabilitas lahan dengan baik, Kementerian Negera Lingkungan Hidup akan memberikan penghargaan dan bantuan dana berkisar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per kota/kabupaten.
Bupati Temanggung Hasyim Affandi mengatakan, kerusakan lahan di wilayah Gunung Sindoro, Sumbing, dan Prahu di wilayah Temanggung, sudah sangat parah. "Berdasarkan data yang kami himpun, erosi tanah dari setiap hektar tanah di kawasan tiga gunung tersebut yang terdorong ke sungai-sungai di bawahnya mencapai 60 ton per tahun," ujarnya.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah Nurtantio Wisnu Brata mengatakan, mulai tahun ini, pihaknya akan membantu merehabilitasi 200 hektar lahan rusak. Upaya ini dilakukan dengan menerapkan pola penanaman tembakau dengan sistem terasering, menanami tanaman keras kayu seperti sengon atau suren di sepanjang turus jalan, serta menanam bambu di daerah bantaran sungai. "Upaya ini sengaja kami lakukan sekaligus untuk menepis anggapan bahwa tembakau adalah tanaman yang merusak lahan di kawasan Gunung Sindoro-Sumbing," katanya.
Dari hasil penelitian dilakukan di 2 (dua) desa di Kawasan Gunung Sindoro Sumbing yang berada di Kabupaten Wonosobo yaitu Desa Sigedang Kecamatan Kejajar dan Desa Butuh Kecamatan Kalikajar. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sample, diambil dari kelompok tokoh masyarakat, aparat pemerintah, tokoh agama dan masyarakat petani. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Diketahui bahwa kondisi lahan di Kawasan Sindoro Sumbing sudah mengalami kerusakan dengan besarnya laju erosi yang mencapai 108,12 ton/ha/tahun dan tingkat bahaya erosi mencapai 11,26 yang termasuk pada kategori sangat tinggi.
Menurut pendapat saya
Pengolahan lahan yang belum sesuai dengan kaidah konservasi diduga sebagai salah satu penyebab terjadinya kerusakan lingkungan pada kawasan Gunung Sindoro Sumbing.Kondisi permukaan seperti kadar air dan sifat pori sanagat dipengaruhi jumlah air hujan yang diinfiltrasi. Infiltrasi dan drainase tanah yang baik akan mengurangi laju erosi. Pada dasarnya erosi merupakan proses hilang atau terangkatnya tanah dari permukaan. Prosesnya yag paling utama adalah pelepasan dan pengangkutan tanah. Kondisi Lahan di kawasan Gunung Sindoro, Sumbing, dan Prahu di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo yang kritis dapat mempercepat laju erosi. Pukulan butir- butir hujan pada tanah yang tidak terdapat canopy dapat merusak dan menyumbat pori tanah di permukaan sehingga menurunkan laju infiltrasi.
Selain hal tersebut di atas oleh Topografi juga ikut berperan dalam proses erosi ini, Contohnya :
1.Mempengaruhi Jumlah air hujan yang terabsorpsi dan penyimpanan air dalam tanah
2.Mempengaruhi tingkat perpindahan tanah atas oleh erosi
3.Arah gerak bahan dalam larutan pada satu tempat ke tempat lain.
4.Leacing dan elluviasi
Penghanyutan tanah secara continue memunculkan sub- soil ke permukaan tanah dan memodifikasi profil. Sehingga tanah- tanah pada kemiringan besar memiliki solum yang tipis dan kadar bahan organic yang rendah.
Kerusakan lahan akibat erosi yang paling nyata adalah terangkutnya lapisan olah tanah yang banyak mengandung unsure hara bagi tanaman, yang aktip dan reaksi- reaksi pertukaran kation dalam tanah. Jika tanah hasil erosi ini mengalir ke sungai akan terjadi pengendapan dan merambah pada pendangkalan di sungai, danau ataupun aliran- aliran air lainnya akan berpengaruh pada kapasitas penyalur air.
Kondisi kawasan Gunung Sindoro Sumbing tersebut juga dipengaruhi oleh faktor pengolahan lahan serta faktor sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat antara lain pola pengolahan lahan yang belum sesuai peruntukannya, masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya lingkungan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Dengan kondisi lingkungan yang sudah mengalami kerusakan, maka perlu adanya suatu pengelolaan yaitu salah satunya dengan menyusun rencana detail pengelolaan kawasan Sindoro Sumbing (Action Plan) dari Rencana Tata Ruang Wilayah yang sudah ada.
0 komentar:
Posting Komentar